Senin, 07 Desember 2009

PESAN MORAL KASUS BANK CENTURY

2 komentar


“Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno)

Isu kasus Century semakin memanas dan media tak ketinggalan untuk selalu menyorotnya. Kali ini isu tersebut telah memasuki babak baru, yaitu hak angket kasus century. Melalui sidang paripurna, DPR mensahkan usul hak angket century menjadi hak dewan. Banyak permasalahan yang disorot pada isu ini. Pertama, dasar pengambilan kebijakan penyaluran bail out oleh Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Kedua, besaran bail out sampai 6,7 triliun menjadi sorotan karena dikaitkan-kaitkan dana publik (APBN) termasuk di sana. Ketiga, tuntutan agar Boediono yang saat itu menjabat sebagai Gubernur BI dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang saat itu juga menjabat menjadi ketua KSSK mundur/ non aktif dari jabatannya. keempat, Aliran dana bail out tersebut, apakah mengarah kepada pihak-pihak tertentu. Namun untuk masalah ini, kita harus menunggu hasil akhir audit BPK.

Lalu apa yang mendasari pemberian bail out itu? beberapa pengamat menduga ada beberapa pihak yang berkepentingan dalam pengambilan keputusan ini. Dugaan intervensi melalui telepon pun telah dibantah oleh Sekretaris KSSK Raden Pardede. Pengamat juga menilai bahwa krisis yang terjadi pada Bank Century tidak akan berdampak sistemik karena persentase nilai asetnya sangat kecil jika dibanding aset perbankan nasional yakni 0,03 % dari total aset perbankan nasional dan market sharenya 0,1 persen jumlah nasabah perbankan di Indonesia.

Namun, bagaimanakah keadaan yang sesungguhnya. Memang dalam keadaan biasa, keadaan bank Century tersebut tidak akan berdampak sistemik. Kenyataan pada saat itu (November-Desember 2008) adalah masa-masa paling kritis bagi Indonesia di tengah terjangan dampak krisis keuangan global. Saat itu situasi sangat tidak menentu. Meski pemerintah mengumumkan bahwa fundamental makro ekonomi cukup tangguh, ternyata indikator sektor keuangan justru rapuh. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya angka indeks stabilitas keuangan atau Financial Stability Index (FSI) menjadi 2,43 pada November 2008 yang melampaui batas maksimum indeks yaitu 2.

Pada saat itu pula ekses likuiditas mencapai titik terendah akibat penarikan secondary reserves oleh perbankan untuk mendanai kredit. Ini terlihat jelas dari penurunan simpanan perbankan dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Secondary reserves terpaksa dijadikan pendanaan alternatif bagi kredit perbankan. Semua ini disebabkan oleh kesulitan bank dalam menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) akibat dampak krisis keuangan global.

Bahkan pada saat itu, Rasio alat likuid terhadap Non Core Deposits (NCD) atau rasio likuiditas mengalami tekanan serupa hingga mencapai angka terendah yakni 84,9 % (di bawah 100%). Hal ini menunjukkan bank umum kurang memiliki kemampuan dalam mengantisipasi penarikan dana dari masyarakat. Indikator ini menunjukkan ketahanan likuiditas perbankan meragukan. Loan Deposits Ratio (LDR) menunjukkan angka 77,2% pada Desember 2008 karena pertumbuhan DPK lebih rendah daripada pertumbuhan kredit.
Proses penyelamatan Bank Century ini bertujuan untuk mempertahankan kepercayaan nasabah terhadap sistem perbankan sehingga mencegah rush atau bank run. Untuk mengetahui dampak merambat (contagion effect) kegagalan suatu bank, BI telah melakukan interbank stress test kepada beberapa bank. Hasilnya menunjukkan bahwa jika 11 bank pemicu gagal (single failure) terdapat 14 bank yang berpotensi permodalannya tertekan. Sementara dampak lanjutannya (second round effects) berpotensi membuat 24 bank lainnya juga mengalami tekanan permodalan (multiple failure). Tentu kita tidak ingin peristiwa ini terulang seperti pada tahun 1999.

Kepanikan di pasar modal juga menunjukkan potensi krisis. Posisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Januari 2008 kita menunjukkan 2.830, pada November 2008 merosot menjadi 1.555. Jadi, penurunan indeks lebih dari 50%.Keadaan ini mencerminkan kepanikan investor portofolio asing yang menarik dananya dalam skala besar untuk mencukupi kebutuhan likuiditas di negaranya. Bahkan Bursa Efek Indonesia (BEI) harus melakukan suspend perdagangan saham pada 8-10 Oktober 2008. Tindakan ini untuk menghindari kepentingan investor dari kerugian yang lebih dalam lagi.

Pasar SUN mengalami tekanan hebat tercermin dari penurunan harga SUN atau kenaikan yield SUN secara tajam yakni dari rata-rata sekitar 10 persen sebelum krisis menjadi 17,1 persen pada tanggal 20 November 2008; (catatan: setiap 1 persen kenaikan yield SUN akan menambah beban biaya bunga SUN sebesar Rp 1,4 T di APBN). Rupiah mengalami depresiasi hingga 30%, melewati batas psikologisnya di angka Rp 12,000. Penarikan dana oleh asing yang diikuti penurunan nilai tukar rupiah terhadap dollar menguras cadangan devisa Indonesia hingga US 7,81 miliar.

Selanjutnya, bagaimana mengenai dana sebesar 6,7 triliun? Apakah benar dari APBN? Lembaga Penjamin Simpanan selaku pemegang saham Bank Mutiara (sebelumnya bernama Bank Century) menegaskan dana talangan atau penyertaan modal sementara (PMS) sebesar 6,7 triliun tersebut sama sekali tidak menyedot dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pasalnya, sumber dana talangan tersebut berasal dari premi bank peserta pinjaminan. Oleh sebab itu, pemberian dana itu tidak perlu meminta persetujuan DPR.

Penyertaan modal pemerintah sebagai modal awal LPS adalah Rp4 triliun dan premi yang dibayarkan bank anggota sejak Sepember 2005 mencapai Rp12,5 triliun dan total aset Rp18 triliun. Jadi, meskipun dikurangi Rp6,7 triliun, uang pemerintah masih utuh. Sekali lagi anggapan dana bail out berasal dari APBN tidak berdasar. LPS merupakan bagian dari Kekayaan Negara dan bukan bagian dari APBN. Bail out ini menjadikan LPS sebagai pemilik 99,996 persen Bank Mutiara. Jika nanti ada investor yang mau membeli bank tersebut, maka akan dilepas. Jika tidak ada yang mau, maka akan dilelang.
Sementara ini menurut LPS, sudah ada beberapa investor dari asia yang berminat mau membeli bank yang dulunya milik robert tantular ini. Tapi, LPS masih bersikukuh untuk merahasiakan identitas mereka. Lagipula mereka belum memberikan ketertarikannya (letter of intent) secara tertulis dan resmi. Maklum proses pembelian suatu usaha memang harus didahului oleh proses uji tuntas (due diligence). Investor ini berbentuk bank dan fund manager.

Kisah kasus Bank Century menjadi panas ketika sudah masuk ke ranah politik. Tapi pertanyaannya, mengapa politisi baru mempermasalahkannya sekarang? Sebenarnya citra Bank Century sudah membaik sejak namanya berubah menjadi Bank Mutiara. Jika ada pihak-pihak terkait masalah hukum, semoga tidak membuat deposan lari. Sekarang ini Bank Mutiara telah menunjukkan kinerja yang positif dengan berhasil mencatat lonjakan laba bersih sebesar 3.252 persen. Bahkan, bank ini mencetak laba bersih sebesar Rp 231 miliar pada Oktober 2009. Jadi prospek Bank ini menjanjikan dan tidak ada alasan bahwa PMS dari LPS tidak akan kembali, malah bisa jadi untung.

Kasus Bank Century memang harus segera diselesaikan. Tapi tuntutan kepada beberapa pejabat seperti Boediono dan Sri Mulyani untuk mundur dinilai berlebihan, apalagi alasannya hanya untuk mempermudah pemeriksaan. Tidak bisa begitu saja mereka dinonaktifkan dari jabatannya tanpa bukti yang jelas mengingat jabatan yang mereka emban begitu strategis dan dapat menimbulkan gejolak. Apalagi mereka berasal dari kalangan profesional akademis dan bukan politisi yang memiliki peluang besar terjerumus ke dalam konflik kepentingan. Jadi perlu diperhitungkan lebih jauh antara manfaat dan madharatnya.

Proses pengambilan keputusan, yang didasarkan oleh kewenangan diskresi yang dimiliki oleh pejabat pemerintahan, harus dipisahkan dengan kemungkinan terjadinya penyimpangan dalam pelaksanaan kebijakan tersebut. Biarkan mereka diberi kesempatan untuk menjelaskan semuanya di DPR. Toh, Sri Mulyani sendiri juga mendukung hak angket dan telah menyerahkan data yang akurat dan valid kepada BPK.

Sepak Terjang Sri Mulyani

Sri Mulyani mendapat sorotan dalam Kasus Century karena dirinya pada saat itu menjabat sebagai ketua KSSK yang menetapkan Bank Century sebagai bank gagal sistemik. Sri Mulyani memiliki track record mengesankan dan integritasnya tidak lagi diragukan baik dalam kancah nasional maupun internasional. sejak dirinya diangkat menjadi Menteri Keuangan pada Desember 2005, Sri Mulyani telah menorehkan banyak prestasi.
Sri Mulyani pernah dinobatkan sebagai menteri Keuangan Terbaik Asia 2006 oleh Emerging Markets pada 18 September 2006 di sela Sidang Tahunan Bank Dunia dan IMF di Singapura. Ia terpilih sebagai wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia versi majalah forbes tahun 2008 dan wanita paling berpengaruh ke-2 di indonesia versi majalah Globe Asia bulan oktober 2007. Belum pernah ada menteri keuangan indonesia yang mendapatkannya dan dia merupakan tokoh wanita Indonesia pertama yang mendapatkan penghargaan seprestisius itu.

Kita semua tidak akan menyangkal bahwa di tengah ketidakpercayaan masyarakat akan pelayanan publik dan kinerja aparat pemerintah, menteri keuangan yang lahir di Bandar Lampung ini menjadi pelopor reformasi birokrasi. Selain itu sesuai core business Departemen Keuangan dalam mengelola keuangan negara, dia berhasil melanjutkan reformasi di bidang keuangan negara untuk mewujudkan pengelolaan keuangan negara yang profesional, terbuka, dan bertanggungjawab. Baik reformasi keuangan negara dan reformasi birokrasi merupakan hal yang penting dan saling mendukung untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).

Sejak masa kepemimpinan Sri Mulyani, Departemen Keuangan menjadi leader dalam hampir di segala aspek kepemerintahan yakni pelayanan publik, administrasi, penataan organisasi, dan pengelolaan keuangan negara. Tingkat kepuasan masyarakat pun meningkat. Hal ini dibuktikan dengan survei oleh Universitas indonesia pada 2008. Hasil survey menunjukkan bahwa Tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan Depkeu selama tahun 2007 mencapai 63,6 persen, cukup puas 29,4 persen, tidak puas 6,9 persen.

Departemen Keuangan di masa kepemimpinannya juga tidak mau ketinggalan dalam memberikan kontribusi pemberantasan korupsi. Indeks persepsi korupsi indonesia (IPK) 2009 meningkat tajam yakni dari 2,6 menjadi 2,8. Dengan skor tersebut peringkat indonesia naik secara signifikan. Sekarang posisi indonesia di peringkat 111 (dari 180 negara),berarti naik 15 posisi dari tahun lalu. Faktor peningkatan IPK ini salah satunya adalah reformasi birokrasi di tubuh Departemen Keuangan khususnya di bidang perpajakan.

Begitu naifnya jika bangsa ini membiarkan tokoh yang membawa perbaikan dengan karya nyata mengalami pembunuhan karakter secara pelan dan pasti oleh orang-orang yang selama ini dirugikan oleh perjuangannya selama ini. Begitukah sikap publik kepada orang yang sangat diakui integritasnya, kapasitas,maupun kapabilitasnya. Kita harus jujur dalam menyuarakan pesan bahwa masih banyak yang menaruh kepercayaan dan harapan kepadanya.

[get this widget]

Minggu, 18 Oktober 2009

Melejitkan Tampilan Powerpoint

0 komentar

Besok mau presentasi, tapi belum bikin slide? Hum, masih cari wangsit agar slidenya nanti bagus, diperhatikan, dan minimal dilirik selama presentasi berlangsung? Dah deh, tenang. Berikut ini adalah tips-tips bagaimana membuat slide power point nantinya menjadi powerful.

1. Satu ide dalam satu slide
Audience akan lebih nyaman dan fokus ketika melihat suatu ide ditayangkan dalam satu slide. Perhatian audience akan mengikuti presentasi yang dipaparkan. Jika ada dua ide atau lebih yang ditayangkan dalam satu slide, bisa jadi audience memperhatikan ide yang lain meski presenter belum memaparkannya.

2. Gunakan template yang konsisten
Kebayang ga kalau powerpoint kita menggunakan template yang berbeda setiap slide. Dapat diperkirakan audience akan terganggu fokusnya. Perhatian audience akan lebih tertuju pada template slide, bukan pada konten slide tersebut.

3. Aturan 6 x 6
Ingat, power point itu menampilkan poin-poin, bukan cerita. Jadi, agar slide presentasi efektif idealnya setiap slide terdiri dari 6 baris dan setiap barisnya terdiri dari 6 kata. Selain itu, model begini dapat mempermudah review baik bagi audience maupun bagi presenter sendiri.

4. Gunakan font yang mudah terlihat
Setipa font memiliki skala sendiri, misalnya, font arial 11 terlihat seperti times new romance 12. Namun, pada umumnya, ukuran font yang baik untuk presentasi adalah 24 point. Sangat baik jika dilakukan uji coba di tempat presentasi akan dilangsungkan.

5. Gunakan font serif (arial, verdana, tahoma, dan trabuchet) dan bukan sans serif (times, times new romance). Pada dasarnya gunakan huruf yang nyaman dilihat dan tidak melelahkan mata. Huruf yang tidak berkaki bagus untuk layout presentasi. Alternatif font yang lain adalah helvetica.

6. Gunakan Grafik, gambar, dan foto
Grafik, gambar, maupun foto dapat mewakili seribu kata. Maka, gunakanlah dengan baik. Sesuaikanlah dengan konteks dan gunakan secara bijaksana. Sangat tidak baik jika slide presentasi hanya terdiri dari grafik, gambar, atau foto saja.

7. Gunakan warna yang efektif.
3-4 warna dalam setiap slide memberi kesan elegan dan menghilangkan kesan norak. Sehingga dapat menunjang kredibilitas dari konten powerpoint tersebut.

Demikian sebagian ilmu dari Training The Trainer. Semoga bermanfaat. Semoga sukses selalu.

[get this widget]

Senin, 28 September 2009

Kutahu yang Kumau

0 komentar


Sebelum kembali ke rutinitas, istirahat dulu dan pikirkan bagaimana caranya memperbaiki keadaan. Memperbaiki lingkungan kerja, memperbaiki kualitas kerja dan yang paling penting memperbaiki nasib dalam meniti jenjang karir. Mungkin tinggal 3 bulan lagi aku tinggal di kantor itu. Sebelum belajar ke kampus lagi. Semoga nanti lancar adanya karena aku tidak mau tersandung lagi. Tersandung untuk kesekian kalinya.

Serasa umur 5 tahun terakhir tanpa semangat yang menyala. Bahkan 2 tahun terakhir semangat itu kadang tenggelam dalam rutinitas. Mulai saat ini saatnya memperbaiki hidup. Mengejar apa yang tertinggal. Menggapai apa yang sebelumnya hanya dalam angan, atau dalam konteks punguk merindukan bulan. Namun, kuyakin semua itu akan bisa teraiah.

Disamping itu. saat ini rasanya mulai tergerus nilai-nilai spiritual. Rasa akrab dengan-Nya seakan mulai menipis. Apa yang terjadi? Padahal hati kecil ini sudah berontak, jangan sampai ia pergi. Karena itulah kenikmatan yang tak terperi. Sebuah kenikmatan hakiki. Sudahlah, jika tidak diperbaiki ganti saja dengan yang baru. Toh, yang baru itu biasanya membawa optimisme.

Sudahlah, beberapa langkah dan strategi mulai dijalankan. Pantau terus perkembangannya merupakan keharusan. Nikmati saja hidup ini. Perasaan bosan bisa jadi akibat ketidaktahuan akan cita-cita yang diinginkan. Mungkin karena bingung apa yang pertama harus dilakukan. Prinsip ini yang muncul dalam benakku: Yang dekat belum tentu penting. Pikirkan yang penting , dekatkan, dan gapai dengan sekuat tenagamu. Bahkan dengan kekuatan tersembunyi.

[get this widget]

STOCK HABIS

0 komentar


Cinta, oh cinta.....liburan kali ini banyak banget yang ngomongin cinta. Reuni SMA kemarin rupanya dijadikan sarana nyebarin undangan walimatul 'urs oleh orang-orang tertentu, atau paling tidak nyebarin kabar rencana pernikahan. Ini yang menyebabkan saudara-saudara lain yang masih lajang terjangkit euforia ingin segera melanjutkan kehidupan ke jenjang berikutnya. Nah, karena banyak teman-teman SMA banyak yang sudah menikah, teman-teman mengambil kesimpulan bahwa stok sudah menipis. So, tunggu apa lagi sebelum kehabisan. Mungkin begitu follow up nya. Cuma, masalahnya, apakah stock itu hanya dari teman SMA, apalagi seangkatan? Tentu tidak sobat. Masih banyak yang "available" alias persediaan masih ada.

Teringat kata seorang motivator dari Singapura, "kalau tidak mau kenalan, bagaimana bisa sukses". So, para lajangers harus memutar otak untuk mencari strategi mengembangkan jaringan baik yang berkabel maupun yang wireless. Eh, maksudnya apa? Ketika kita kenal dengan orang lain, berarti kita telah mengembangkan jaringan sosial. Jaringan berkabel yang saya maksud di sini adalah cara kita kenal dengan orang lain melalui dengan orang yang kita kenal. Dalam konteks perjodohan, perantara tersebut disebut comblang. Sedangkan dalam jaringan wireless di sini adalah cara kita kenal dengan orang lain tanpa melalui perantara orang yang kita kenal. Apalagi dengan perkembangan teknologi informasi sekarang ini. Hmmm, menarik bukan...baca paragraf di bawah ini ya.

Kedua jenis topologi jaringan sosial ini memiliki plus dan minus, alias bisa nyetrum. Eh, maksudnya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Ketika kita kenal dengan sang calon melalui perantara, biasanya lebih memiliki kesan tersendiri dan prosesnya relatif lebih cepat dibandingkan dengan kenalan (taaruf.pen) tanpa perantara. Meski kadang, kriteria yang diinginkan memiliki bias yang sangat jauh dengan yang ditawarkan. Namun, tak apa, di sana ada proses nadzor (melihat dan mempertimbangkan). Jadi, jika keseringan nadzor, siap-siaplah untuk dijuluki "Raja Nadzor", piece dech Pak^^V.

Jaringan wireless saat ini semakin marak dan canggih. Banyak orang kenal dengan calonnya melalui jaringan ini. Namun ada dua teknologi, kuno dan modern. Teknologi kuno yaitu kita kenal dengan sang calon tanpa diduga tanpa disangka. Jadi jika kita menangkap sinyal "sang calon" di sekitar kita tanpa diduga sebelumnya, itu tipe kuno. Orangnya kasat mata alias ada di depan kita tanpa rekayasa grafik blas, tapi mungkin ada rekayasa penampilan, wajar. Teknologi canggihnya melalui....sobat-sobat mungkin dah dapat menebak. Jaringan ini melalui teknologi informasi dan komunikasi misalnya facebook, friendster, multiply, twitter, blogger, ymessanger, gtalk, ebuddy, sampai jaringan selular. Setelah reuni yang saya sebutkan tadi, kami dan beberapa sohib pergi meluncur ke wonogori dalam rangka menghadiri pesta pernikahan seorang sohib(Tour de Love). Usut punya usut ternyata, sang teman kami yang nikah ini kenal dengan calonnya melalui sms. Sebuah langkah simpel namun hasilnya luar biasa.

Begitulah cinta, banyak cara untuk menemukannya karena cinta adalah pilihan bukan akibat. Jadi, jangan sungkan untuk mengembangkan jaringan. Apalagi teman-teman jadi perantara lakukan yang terbaik. InsyaAllah itu merupakan ibadah. Jangan terkungkung pada tembok kampus/ tempat kerja atau terhalang dengan batas kota/ desa. Hubungkan jaringan anda dengan koneksi yang anda suka. So, stock masih banyak jangan khawatir. Kuncinya percaya diri karena Anda tidak diciptakan untuk minder. Jika ingin kenal tanya saja. Jika Anda mau, tembus saja batas-batas yang saya sebutkan tadi, dan yang paling penting, tembus saja kelas sosial, salah satu faktor penghalang cinta.

Dia akan kau temukan...
Dalam taman keindahan dan jagalah keindahannya
Atau pada puing hati yang runtuh, dan bangunlah jiwanya

[get this widget]

Minggu, 26 Juli 2009

Internet, Siapa Butuh!?

6 komentar


Internet adalah indomie dicampur telur dan cornet. Hehe... Sekarang banyak orang yang telah mengenal internet. Saya pertama mengenal jaringan internet pada tahun 2002. Pada saat itu saya masih kelas 2 SMA. Masalah timbul ketika Guru Bahasa Inggris menugaskan kelas saya untuk membuat mading berbahasa Inggris. Siswa satu kelas dibagi atas beberapa kelompok. Sebagai salah satu dari anggota kelompok saya diberi tugas membuat atau mencari suatu topik artikel dalam bahasa inggris. Pada waktu itu, saya tidak tahu kemana harus mencari referensi. Ketika saya bertemu dan membicarakannya dengan seorang kakak kelas, beliau memberikan solusi untuk mencarinya di internet. Yah, sebagai orang yang masih katro, saya belum berani masuk warung internet (warnet) karena masih takut ditertawakan orang sewarnet karena tidak bisa pakai internet.

Sampai akhirnya beberapa teman pergi ke salah satu warnet di dekat SMA. Saya ikut saja dengan mereka dan kami masuk bersama. Pada saat itu saya hanya memperhatikan teman-teman membuka software internet browser dan membuka salah satu alamat website. Tempo beberapa hari, saya nekat masuk warnet, nekat membuka software internet browser dengan berbekal ingatan dari hasil pengamatanku terhadap langkah-langkah membuka internet seperti yang dilakukan teman saya, juga sedikit pengetahuan bahasa Inggris dan usaha keras mempelajari sistem kerja software internet browser, saya ketik saja salah satu website yang pernah direkomendasikan kakak kelas untuk tugas membuat mading. Kuamati pojok kiri bawah pada browser, semakin lama, semakin penuh dengan warna biru. Saya berpikir kalau penuh berarti semua isi pada halaman web terbuka. Benarlah kesimpulanku. Halaman Web tersebut terbuka dan saya mengambil artikel sekaligus dengan tak lupa mencantumkan sumbernya untuk membuat mading.

Cerita di atas adalah awal saya berkenalan dengan internet. Inipun hanya kemampuan browsing. Padahal, itu sudah sangat membantu. Sampai-sa,mpai, Ingin kuelu-elukan penemu internet karena informasi menjadi mudah diraih dengannya. jadi, sangat terasa manfaatnya. Pada waktu itu saya merasa menjadi salah satu orang yang beruntung karena mengenal jaringan internet. Eh, seiring waktu berjalan dan berkembang pesatnya teknologi informasi, ternyata masih banyak yang belum saya ketahui tentang internet.

Suatu ketika saya ke warnet dan tanpa sengaja bertemu salah seorang teman. Waktu itu ia tanya perihal cara membuat account email kepada saya. Terus terang saya jawab belum bisa. Padahal saya sendiri masih belum tahu tentang email. Email? itu makanan atau apa hehe. Akhirnya saya mengerti bahwa email adalah kependekan dari electronic mail atau surat elektronik. Seperti namanya kita bisa kirim surat ke mana saja melalui internet. Enak ya bisa kirim surat tanpa perangko dan sampai dalam hitungan detik. Daripada kirim telegram yang nulisnya ribet ga karuan sampai-sampai harus masuk silabus pengajaran bahasa Indonesia di Sekolah. Suatu hari saya dikasih tahu temanku yang cukup mengerti dalam teknologi informasi. Katanya website penyedia email ada dua. Tergantung, mau pakai yang bahasa indonesia atau yang bahasa inggris. Kalau pakai yang berbahasa Indonesia gunakan www.plasa.com dan kalau pakai yang berbahasa inggris gunakan www.yahoo.com. Kemudian saya membuat alamat email pertama.

Saya merasa perlu untuk mengumpulkan alamat website untuk referensi pencarian informasi. Tapi, untunglah niat tersebut tidak kesampaian karena ketika pulang sekolah bersama kami sempat ngobrol mengenai internet. Dia menceritakan bahwa ada salah satu website yang canggih karena dapat mencari website yang lain hanya dengan mengetikkan kata kunci atas informasi yang kita cari. Oh...takjub diriku mendengarnya. Website tersebut adalah www.google.com. Dengan google, saya jadi tambah keranjingan menjelajah dunia maya. Tentu saja setiap saya penasaran dengan sesuatu, saya tanya ke Om Google. Eh, sampai akhirnya saya tahu kalau yahoo.com juga website search engine bahkan lebih dahulu berkibar daripada google.com . Luar biasa! Luar biasa! teriakku dalam hati.

Si Romy raja chatting….begitulah salah satu bunyi syair lagu pop di akhir 90-an. Chatting, siapa sih yang tidak suka chatting. Kita bisa ngobrol dengan mengetikkan pesan yang ingin kita sampaikan kemudian tekan “enter”. Terus-terusan sampai membuat orang lupa waktu seperti Romy di lagu tadi. Saya mengenal chatting awalnya dengan MIRC. Sekarang chatting tidak hanya menggunakan pesan tertulis, bahkan gambar, suara, dan video lawan bicara dapat ditampilkan. Sekarang banyak sekali website yang menyediakan layanan chatting lengkap dengan emoticonnya untuk menunjukkan ekspresi kita.

Tak hanya chatting saja peran internet dalam menghubungkan orang. Intenet juga digunakan untuk menyediakan website untuk aktivitas jaringan sosial. Dengan layanan jaringan sosial kita dapat berbagi informasi mengenai diri kita. Kita dapat menjalin jaringan pertemanan, tak hanya dengan orang Indonesia, tetapi juga dengan orang luar negeri. Bayangkan, kita punya rekaman orang-orang yang kita kenal dan bisa dibuka kapan dan di mana saja asal ada jaringan internet. Tak hanya itu pada website jaringan sosial, kita dapat berkomunikasi melalui instan messaging yang disediakan mulai dari memberikan komentar atas diri kita sampai membuat catatan pribadi mengenai kehidupan. Banyak website penyedia jaringan sosial antara lain friendster.com, twitter.com, hi5.com, dan yang paling fenomenal adalah facebook.com. Situs-situs penyedia jaringan sosial ini telah berjasa dalam menghubungkan orang-orang yang telah dan ingin kita kenal.

Bahkan sekarang siapapun dapat memiliki website pribadi atau yang dikenal dengan blog. Bagusnya, membuat blog sangat mudah seperti membuat akun email. Setiap orang dapat berbagi cerita, artikel, opini, foto, audio, maupun video dengan blog. Blog bersifat content management sistem artinya kita tinggal ngisi saja, mudah bukan? Blog semakin meramaikan dunia maya. Setiap orang semakin mudah memberikan informasi di blognya. Berdasarkan pengamatan saya, banyak informasi yang saya cari justru ketemu di blog! Blogger telah berjasa atas perkembangan dunia internet.

[get this widget]

Kamis, 11 Juni 2009

Pembayaran LS (Lama Sekali)

1 komentar


Kalo ada kegiatan, kalau bisa dilakukan secara LS (langsung) sebaiknya di-LS-in aja. Pernyataan tersebut begitu ideal sesuai dengan semangat reformasi anggaran yang merupakan salah satu program reformasi fiskal di Indonesia. Kata perbendaharaan dan anggaran memiliki arti yang berbeda jika mereka bersama. Namun, kedua kata tersebut kadang saling dipertukarkan. Jika anggaran itu cenderung ke arah konsep perencanaan sampai penetapan anggaran, maka perbendaharaan memiliki lingkup pelaksanaan sampai pertanggungjawaban.

Kembali ke sistem pembayaran langsung. Dalam PMK 134/2005 tentang Pedoman Pembayaran dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Cara pembayaran atas beban APBN dapat dilakukan melalui dua mekanisme yaitu melalui uang persediaan dan melalui pembayaran langsung. Karena untuk mengurangi fraud (penyelewengan)dalam pengelolaan keuangan negara, pembayaran atas beban APBN dilakukan dengan mentransfer langsung uang dari rekening kas negara ke rekening rekanan/pihak ketiga. Untuk kedepannya, mekanisme ini akan menjadi pilihan yang direkomendasikan. Hal ini disebabkan, dahulu uang persediaan ini bernama UYHD (uang yang harus dipertanggungjawabkan, sering menimbulkan masalah. Contohnya, dipakai bendahara pengeluaran untuk investasi, tapi hasilnya dimasukkan ke dalam kantung pribadi. Jadi UYHD dapat diplesetkan menjadi Uang Yang Harus Dibawa pulang.

Sejatinya mekanisme ini bagus. Tapi, bukan berarti tidak menimbulkan masalah baru. mau tidak mau rekanan harus menalangi pendanaan kegiatan sampai selesai. Sehingga, dalam jumlah tertentu akan mempengaruhi kesehatan likuiditas entitas usaha tersebut. Meski sekarang ini pencairan SP2D di KPPN Percontohan membutuhkan waktu maksimal satu jam saja, rentang pembayarannya masih terasa sangat lama jika dhitung mulai dari penyelesaian pekerjaan. Jadi pembayaran LS juga memiliki plesetan, Lama Sekali.

Masalahnya ternyata pada satker sendiri. Dapat dipahami, sekarang tugas satker sebagai kuasa pengguna anggaran, memiliki tugas yang lebih berat dibandingkan masa lampau. Penyelesaian dokumen pelaksanaan anggaran mulai dari SPTB, SPP, dan SPM membutuhkan waktu yang lama. Ketika berbicara mengenai dokumen anggaran ini, teringat dosen memberikan soal mengisi SPTB yang jumlahnya puluhan (kata anak muda, ga Mbois banget). Peraturan mengenai pelaksanaan anggaran perlu disederhanakan tanpa mengurangi akuntabilitas pengelolaan keuangan negara. Selain itu penerapan teknologi informasi sebaiknya lebih dikembangkan lagi. Mengingat, sekarang ini baru SPM dan SP2D yang menggunakan sistem aplikasi. Perbaikan tanpa henti pengelolaan keuangan negara, siapa berani?

[get this widget]

Sabtu, 23 Mei 2009

Penyedotan Uang Anggaran

1 komentar


Masalah klasik pada pengelolaan keuangan negara, yaitu penyerapan anggaran yang santer dibicarakan ketika tahun anggaran sudah setengah jalan. Orang awan mungkin heran ketika mengetahui kenapa para birokrat bingung-bingung menghabiskan duit negara. La wong, penghasilannya sendiri dihemat. Bukankah itu sebagai pemborosan. Itulah kerancuan yang perlu dijernihkan. Permasalahannya mungkin pada sudut pandang. Kita menghabiskan uang kita untuk mensejahterakan diri kita. Sedangkan negara membelanjakan duitnya untuk menggerakkan ekonomi. Dengan membelanjakan uang negara maka sektor riil akan bergerak sehingga menimbulkan multiplier effect untuk menggenjot laju pertumbuhan ekonomi.

Mungkin sebagian dari kita masih bertanya, apa itu pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi adalah jumlah seluruh barang dan jasa yang dihasilkan pada suatu negara dalam periode tertentu. Pertumbuhan ini menunjukkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Jadi, ketika masyarakat mampu menghasilkan barang dan jasa, maka kebutuhannya akan tercapai. Mengapa perlu tumbuh? karena salah satunya jumlah penduduk bertambah.

Masalah klasik ini disebabkan oleh 2 hal:
1. Terlalu rumitnya peraturan pengadaan barang dan jasa pemerintah;
Peraturan tentang pengadaan barang dan jasa oleh pemerintah berulang kali direvisi. Dapat dimaklumi agar proses pengadaan benar-benar bersih dan mendukung terciptanya persaingan dunia usaha yang sehat. Banyaknya prosedur yang harus dijalani dapat dimaklumi sebagai faktor lambatnya penyerapan anggaran.
2. Kurangmatangya perencanaan anggaran;
Proses penyusunan anggaran sekarang menggunakan pendekatan gabungan, yaitu top-down (dari atas ke bawah) dan bottom-up (dari bawah ke atas). Pendekatan top-down dapat dilihat dari pagu indikatif dalam menyusun renja-kl dan pagu sementara dalam menyusun RKA-KL. Sedangkakan pendekaran bottom-up ini dapat terlihat pada proses pengajuan program dan kegiatan beserta rincinan belanja pada renja-kl dan rka-kl.

Masalah yang timbul, dalam perencanaan tersebut kadang-kadang banyak kegiatan yang memerlukan proses lama. Lebih dari itu, inti permasalahan terletak pada ketidakmampuan dalam menjalankan program atau kegiatan yang diusulkan. Biasanya, pelampiasannya pada kendala teknis. Jadi sense prediksi dalam melaksanakan program dan kegiatan harus memperhatikan berbagai faktor yang berkaitan.

"Pertumbuhan ekonomi penting, tapi akan terasa kurang bermanfaat apabila tidak berkualitas (tidak dapat dinikmati oleh orang banyak).

[get this widget]